Ibu kota wilayah Xinjiang, Urumqi, bergolak. Umat Islam etnis Uighur di sana masih terus terancam. Setelah aparat keamanan Cina membantai mereka dalam aksi protes terhadap kebijakan pemerintah Cina yang diskriminatif pada 5 Juli lalu yang membuat 156 orang tewas, 1434 ditahan dan lebih dari 1.000 lainnya terluka, kini giliran ribuan etnis Han, yang sengaja dimukimkan pemerintah Cina di wilayah Xinjiang, turun ke jalan-jalan di Urumqi, ibukota wilayah Xinjiang, guna memburu warga Muslim yang tidak berdaya. Kelompok Uighur di pengasingan menyebut adanya “genocide” (pembersihan massal) terhadap kaum Muslim di wilayah Xinjiang. Bersenjatakan pentungan dan lainnya, etnis Han memburu etnis Uighur. Warga Muslim yang tidak bisa menyelamatkan diri babak-belur hingga sekarat, menjadi bulan-bulanan kebrutalan etnis Han. Menurut saksi mata, tak satu pun etnis Han yang melakukan serangan itu ditahan polisi.
Keberadaan muslim di wilayah Xinjiang, Cina, merupakan buah dari dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad dan para shahabat ke seluruh penjuru dunia. Adalah Khalifah Uthman ibn Affan yang memulai kontak dengan Cina. Setelah menundukkan Romawi dan Persia, Khalifah Uthman bin Affan mengirim delegasi yang dipimpin Sa’ad ibn Abi Waqqas ra ke Cina pada tahun 29 H (651 M). Misi delegasi ini adalah mengundang kaisar Cina untuk memeluk Islam. Delegasi itu lalu membangun Masjid di kota Kanton. Masjid ini dikenal hingga hari ini sebagai ‘Masjid Memorial’.
Dari sini mulai tumbuh benih kebencian terhadap muslim di Cina. Akan tetapi keberadaan Khilafah saat itu membuat mereka terlindungi. Tidak ada satupun penindasan yang dibiarkan begitu saja kecuali dengan jihad fii sabilillah. Salah satu perang yang berkobar di perbatasan Cina terjadi di tahun 1334H. Meski berjumlah lebih sedikit, dengan bantuan Allah SWT, pasukan muslim berhasil menggempur pasukan Cina dengan telak. Setelah itu, umat Muslim sangat dihormati sebagai kekuatan yang diperhitungkan hingga mampu mengontrol sebagian besar Asia Tengah.
Kemenangan demi kemenangan membuka pintu Cina bagi muslim untuk menyebarkan keindahan dan kebenaran Islam. Pendatang muslim generasi awal ini juga mendirikan mesjid, sekolah, dan madrasah. Di perkotaan, para ulama mendominasi. Madrasah menjadi tempat menimba ilmu bagi banyak pelajar. Pelajar datang dari berbagai wilayah termasuk Rusia dan India, sehingga benar-benar menjadi arti harfiah dari ungkapan ‘Belajarlah hingga ke Cina.” Di tahun 1790an, tercatat ada sekitar 30 ribu pelajar muslim. Kota Bukhara yang saat itu masih merupakan bagian dari Cina, menjadi terkenal dengan julukan sebagai ‘Pilar Islam.’ Di kota inilah, Imam Bukhari lahir dan dikenal sebagai ahli hadits.
Tapi keadaan itu kemudian berubah sejak komunis menguasai wilayah muslim itu di tahun 1949. Mereka terus berusaha menghapus identitas dan budaya Islam di Xinjiang. Diskriminasi juga terjadi di bidang ekonomi. Wilayah Xinjiang yang sesesungguhnya sangat kaya yang memasok lebih dari 40 persen cadangan energi (minyak, gas dan batubara) Cina, tapi rakyatnya hidup dalam kemiskinan.
Sejak saat itu juga telah terjadi pemutusan komunikasi total sehingga tidak diketahui apa saja yang terjadi di sana. Penyelidikan mendalam menunjukkan keadaan yang sangat menyedihkan. Seseorang bisa diburu polisi karena ‘kejahatannya’ mengajarkan Qur’an kepada anak-anak. Sering juga terjadi razia terhadap umat Islam di Beijing. Penindasan terhadap umat Islam di sana memiliki satu tujuan: menghapus identitas Islam dari umat muslim. Menurut statistik kependudukan di tahun 1936, pemerintahan Kuomintang Republik Cina saat itu memperkirakan jumlah warga muslim sebesar 48.104.240 orang. Tapi sejak pemerintahan komunis, angka tersebut menurun menjadi 10 juta warga saja. Tidak ada penjelasan resmi, ke mana hilangnya 38 juta nyawa. Pembersihan massal seperti ini sangat luar biasa dan membuat apa yang terjadi di Tibet tidak ada apa-apanya. Padahal Barat begitu getolnya membela hak asasi pendeta dan Dalai Lama Tibet akibat pendudukan Cina di sana dan juga peristiwa Tiananmen Square, tapi tidak pernah peduli terhadap nasib umat Islam.
Di samping penghilangan secara fisik, Muslim juga sering dihujani dengan serangan yang mengancam identitas keislaman mereka. Masa Revolusi Budaya (1966-76) menunjukkan bagaimana brutalnya kebijakan dan sikap kaum Komunis. Ini terlihat dari poster yang terpampang di Beijing saat itu di tahun 1966, yang menyerukan penghapusan ritual Islam. Muslim juga dilarang untuk mempelajari bahasa tulis yang dipengaruhi oleh Arab, Turki dan Parsi. Pemerintah komunis juga menutup Masjid dan menyebarkan fitnah tentang Islam dan muslim. Properti wakaf disita dan masjid diduduki paksa. Kebijakan untuk membersihkan etnik muslim terus berlangsung. Etnik Han (mayoritas etnik di Cina, yang kafir) mulai banyak bertransmigrasi ke wilayah Xinjiang (Turkestan Timur untuk memastikan adanya mayoritas non-muslim di sana. Pada tahun 1949 hanya ada 2-3% etnik Han di sana, namun kini mereka mencapai 38%.
Meski ditindas oleh tirani pemerintah Cina, muslim di Xinjiang masih bertahan. Anak-anak muda mengenakan kalung berlogo bulan bintang, yang mirip dengan simbol yang digunakan Khilafah Uthmani di masa lalu. Tapi mengenakan kalung ini bisa berakibat penjeblosan ke penjara. Pernah di daerah Kajacou di Beijing, seorang muslim ditanya tentang anak-anaknya, yang ia jawab ada 6. Angka ini sangat tinggi karena hukum di Cina mengatakan bahwa muslim di Xinjiang hanya boleh punya anak 2 saja!
Berkaitan dengan hal itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:
Apa yang terjadi pada 5 Juli lalu dan aksi-aksi sesudahnya di wilayah Xinjiang, Cina ditambah dengan apa yang terjadi di wilayah lain di dunia seperti di Thailand Selatan, Philipina Selatan, Rohingnya, Myanmar, Jammu Khasmir dan lainnya menunjukkan bahwa umat Islam minoritas di manapun sesungguhnya dalam keadaan menderita, hidup dalam tekanan, penindasan dan perlakuan diskriminatif dari penguasa di wilayah itu. Slogan kebebasan, keadilan, persamaan dan perlakuan non diskriminasi dari demokrasi, HAM dan nilai-nilai sekuler hanyalah omong kosong. Ia tidak berlaku untuk umat Islam. Dunia akan ribut bila yang menjadi korban adalah warga Barat, tapi diam seribu basa bila yang menjadi korban adalah umat Islam.
Kenyataan di atas juga menunjukkan bahwa demikian buruknya keadaan umat yang disebut al-Qur’an sebagai khayru ummat. Semua ini terjadi karena memang umat tidak memiliki pelindung (khalifah). Di sinilah letak pentingnya perjuangan penegakan Khilafah. Hanya bila umat Islam bersatu di bawah naungan Khilafah, harta, jiwa dan kehormatannya akan terjaga. Berkembangnya Islam ke berbagai belahan dunia, termasuk ke wilayah Cina tidak lain adalah berkat usaha yang dilakukan oleh para khalifah di masa lalu. Dan semasa khilafah masih eksis, mereka hidup dalam keadaan aman, tenteram, adil dan sejahtera.pemerintah Indonesia juga negara-negara Islam lain untuk menekan pemerintah Cina agar segera menghentikan kedzalimannya, dan memulihkan hak-hak muslim di sana. Sementara kepada umat umat Islam, diingatkan bahwa kenyataan-kenyataan di atas semestinya semakin menggelorakan semangat perjuangan penegakan khilafah, dan tidak lagi mempercayai doktrin dan intitusi sekuler yang sekarang ada. Umat Islam hanya bisa berharap pada Islam dan Khilafah.
Jakarta, 12 Juli 2009/7 Rajab 1409 H
Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia
Muhammad Ismail Yusanto
Hp: 0811119796 Email: Ismaily@telkom.net
(sumber : Pernyataan Hizbut Tahrir Indonesia Nomor : 164/PU/E/07/09)
seberapa besar cintamu pada Allah ?
Selasa, Juli 14, 2009
Rabu, Juli 08, 2009
muhasabah
Muhasabah mingguan
1.Sudahkah anda mengingat ALLAH ketika bangun tidur,,?
2.Sudahkah anda sholat shubuh di masjid hari ini,,,?
3.Sudahkah anda memelihara shalat 5 waktu dengan berjamaah,,,?
4.Sudahkah anda memuji ALLAH atas ni’mat pendengaran,penglihatan,dan sekalian ni’mat lainnya,,,?
5.Sudahkah anda membaca ,mengaji,menghafal,dan mengamalkan sesuatu dari Al_Qur’an & As_Sunnah,,,?
6.Sudahkah anda menolong sesama muslim,,,?
Hisablah dirimu , sebelum di hisab kelak.
Ya ALLAH tetapkanlah hati-hati kami dalam hidayahMU
1.Sudahkah anda mengingat ALLAH ketika bangun tidur,,?
2.Sudahkah anda sholat shubuh di masjid hari ini,,,?
3.Sudahkah anda memelihara shalat 5 waktu dengan berjamaah,,,?
4.Sudahkah anda memuji ALLAH atas ni’mat pendengaran,penglihatan,dan sekalian ni’mat lainnya,,,?
5.Sudahkah anda membaca ,mengaji,menghafal,dan mengamalkan sesuatu dari Al_Qur’an & As_Sunnah,,,?
6.Sudahkah anda menolong sesama muslim,,,?
Hisablah dirimu , sebelum di hisab kelak.
Ya ALLAH tetapkanlah hati-hati kami dalam hidayahMU
Futur
Saya sedang futur
Saya ini sedang futur...
Terbukti dengan ogah-ogahan datang ke pengajian tiap pekan.
Dengan alasan klasik...
kuliahlah, lelahlah, kerjalah, sibuklah, inilah, itulah.
Saya ini sedang futur...
Jarang baca buku tentang Islam, lagi demen baca koran.
Dulu tilawah tidak pernah ketinggalan, sekarang satu lembar udeh lumayan.
Tilawah sudah tidak berkesan, nonton layar emas ketagihan.
Saya ini sedang futur...
Mulai malas sholat malam, jarang bertafakkur.
Ba'da shubuh, kanan kiri salam, lantas kembali mendengkur.
Apalagi waktu libur, sampai menjelang dzuhur
Saya ini sedang futur...
Lihat perut semakin buncit, karena junkfood dan pangsit.
Kalo infaq mulai sedikit dan mulai pelit.
Apalagi shaum sunnah, perut rasanya ogah.
Saya ini sedang futur...
Tak lagi pandai bersyukur.
Seneng disanjung, dikritik murung...
Saya ini sedang futur...
Malas ngurusin da'wah, rajin bikin ortu marah.
Sedikit sekali muhasabah, sering kali meng-ghibah.
Ya... saya memang sedang futur....
Mengapa saya futur...???
Mengapa tidak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur???
Kenapa batas-batas mulai mengendur???
Kepura-puraan, basa basi dan kekakuan subur???
Kenapa di antara kita sudah tidak jujur???
Kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur???
Kenapa di antara kita hanya pandai bertutur???
Ya Allah... berikan hambaMu ini pelipur...
Agar saya tidak semakin futur.
Apalagi sampai tersungkur....
Kalian tau saya sedang futur....
Sedikit dzikir, banyakan tidur.
Sahabat-sahabat tidak ada yang negur.
Kalian tau saya sedang futur....
Hati beku, otak ngelantur mikirin orang se-dulur,
Diri sendiri kagak pernah ngukur.
Kalian taulah saya sekarang....
Seneng duduk di kursi goyang,
perut kenyang hati melayang.
Mulut sibuk ngomongin orang,
aib sendiri nggak kebayang.
Kalian tau saya bengal....
Bangun malem sering ditinggal.
Otak bebal banyak mengkhayal,
sudah lupa yang namanya ajal.
Kalian tau saya begini...
Udah sok tau, seneng dipuji, ngomong sok suci kayak murrabi,
kagak ngaca diri sendiri.
Kalian tau saya gegabah...
Petantang-petenteng merasa gagah,
diri ngaku-ngaku ikhwah kalo mo muhasabah.
Diri ini nggak beda sama sampah.
Kalian tau saya sekarang sudah kalah di medan perang.
Saya pengen pulang kandang....
Ke tempat saya dulu datang.
Buat semua saudaraku...
Kunjungilah saudaramu, tengoklah dia barang sebentar....
Mungkin keimanannya sedang berada diujung tanduk....
Mungkin keimanannaya sedang dipertaruhkan....
Raihlah dia... rengkuhlah dia...
Ajaklah dia bersama melihat terbitnya fajar kebangkitan Islam.
Ajaklah dia bersama menuju cintaNya, menuju surgaNya, menuju ampunan Nya.
Janganlah sibuk dengan diri sendiri... pedulilah dengan sekelilingmu.
Pedulilah dengan mereka yang mengharap datangnya secercah cahaya.
Jadilah orang yang bermanfaat untuk orang-orang disekitarmu.
( FUTUR ) FATROH/Terputus, Dimana Kondisi keimanan Seseorang
berada pada titik Nadir / Bawah
medkom
Saya ini sedang futur...
Terbukti dengan ogah-ogahan datang ke pengajian tiap pekan.
Dengan alasan klasik...
kuliahlah, lelahlah, kerjalah, sibuklah, inilah, itulah.
Saya ini sedang futur...
Jarang baca buku tentang Islam, lagi demen baca koran.
Dulu tilawah tidak pernah ketinggalan, sekarang satu lembar udeh lumayan.
Tilawah sudah tidak berkesan, nonton layar emas ketagihan.
Saya ini sedang futur...
Mulai malas sholat malam, jarang bertafakkur.
Ba'da shubuh, kanan kiri salam, lantas kembali mendengkur.
Apalagi waktu libur, sampai menjelang dzuhur
Saya ini sedang futur...
Lihat perut semakin buncit, karena junkfood dan pangsit.
Kalo infaq mulai sedikit dan mulai pelit.
Apalagi shaum sunnah, perut rasanya ogah.
Saya ini sedang futur...
Tak lagi pandai bersyukur.
Seneng disanjung, dikritik murung...
Saya ini sedang futur...
Malas ngurusin da'wah, rajin bikin ortu marah.
Sedikit sekali muhasabah, sering kali meng-ghibah.
Ya... saya memang sedang futur....
Mengapa saya futur...???
Mengapa tidak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur???
Kenapa batas-batas mulai mengendur???
Kepura-puraan, basa basi dan kekakuan subur???
Kenapa di antara kita sudah tidak jujur???
Kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur???
Kenapa di antara kita hanya pandai bertutur???
Ya Allah... berikan hambaMu ini pelipur...
Agar saya tidak semakin futur.
Apalagi sampai tersungkur....
Kalian tau saya sedang futur....
Sedikit dzikir, banyakan tidur.
Sahabat-sahabat tidak ada yang negur.
Kalian tau saya sedang futur....
Hati beku, otak ngelantur mikirin orang se-dulur,
Diri sendiri kagak pernah ngukur.
Kalian taulah saya sekarang....
Seneng duduk di kursi goyang,
perut kenyang hati melayang.
Mulut sibuk ngomongin orang,
aib sendiri nggak kebayang.
Kalian tau saya bengal....
Bangun malem sering ditinggal.
Otak bebal banyak mengkhayal,
sudah lupa yang namanya ajal.
Kalian tau saya begini...
Udah sok tau, seneng dipuji, ngomong sok suci kayak murrabi,
kagak ngaca diri sendiri.
Kalian tau saya gegabah...
Petantang-petenteng merasa gagah,
diri ngaku-ngaku ikhwah kalo mo muhasabah.
Diri ini nggak beda sama sampah.
Kalian tau saya sekarang sudah kalah di medan perang.
Saya pengen pulang kandang....
Ke tempat saya dulu datang.
Buat semua saudaraku...
Kunjungilah saudaramu, tengoklah dia barang sebentar....
Mungkin keimanannya sedang berada diujung tanduk....
Mungkin keimanannaya sedang dipertaruhkan....
Raihlah dia... rengkuhlah dia...
Ajaklah dia bersama melihat terbitnya fajar kebangkitan Islam.
Ajaklah dia bersama menuju cintaNya, menuju surgaNya, menuju ampunan Nya.
Janganlah sibuk dengan diri sendiri... pedulilah dengan sekelilingmu.
Pedulilah dengan mereka yang mengharap datangnya secercah cahaya.
Jadilah orang yang bermanfaat untuk orang-orang disekitarmu.
( FUTUR ) FATROH/Terputus, Dimana Kondisi keimanan Seseorang
berada pada titik Nadir / Bawah
medkom
Minggu, Juni 28, 2009
HIMBAUAN UNTUK KADER LDK
PENTING :
untuk pengurus dan anggota LDK (Lembaga Dakwah Kampus)
Pengunaan FACEBOOK yang sedang buming, di upayakan untuk tidak melalaikan dari ibadah,aktivitas khas ADK (Aktivis Dakwah Kampus).
Di upayakan agar tidak menampilkan Foto atau gambar yang "tidak penting" dalam konteks "(Dakwah)".
Demikian,,
Semoga kita semua memperoleh Kebarokahan,,,Amin
JOMBLO OKE....Dunk...!!
Jomblo bukan aib, jomblo juga bukan penyakit
dan buat para ikhwan jangan takut dibilang homo gara-gara ga pacaran.
Jomblo tuh trend, jomblo tuh bebas dan jomblo tuh normal lagipula “jomblo bukan berarti ga laku!!”.
Pulsa kita jadi hemat, waktu tidur kita lebih banyak,
badan jadi lebih sehat, dan tentunya tekanan darah gak naik.
Kamu tentunya tahu khan betapa seorang yang punya tekanan darah rendah bisa jadi tekanan darah tinggi gara-gara sering berantem sama pacarnya.
Nah yang tadinya tekanan darah tinggi,
bisa jadi tekanan darah rendah gara-gara sering makan ati yang dipendam jadi basi.
dan buat para ikhwan jangan takut dibilang homo gara-gara ga pacaran.
Jomblo tuh trend, jomblo tuh bebas dan jomblo tuh normal lagipula “jomblo bukan berarti ga laku!!”.
Pulsa kita jadi hemat, waktu tidur kita lebih banyak,
badan jadi lebih sehat, dan tentunya tekanan darah gak naik.
Kamu tentunya tahu khan betapa seorang yang punya tekanan darah rendah bisa jadi tekanan darah tinggi gara-gara sering berantem sama pacarnya.
Nah yang tadinya tekanan darah tinggi,
bisa jadi tekanan darah rendah gara-gara sering makan ati yang dipendam jadi basi.


.jpg)
MABIT DI pesantren kampung islam dunia, yang sedang dalam pembangunanJATISURA CIKEDUNG INDRAMAYU
Sabtu&Ahad, 6-7 JULI 2009
.jpg)
KEGIATAN RUTIN DI LDK
Kamis, April 30, 2009
Untukmu, Wahai Aktifis Dakwah
Kepada kalian yang mempertautkan hati di jalan dakwah ....
Kepada kalian yang menjalin ikatan kasih dalam indahnya ukhuwah ....
Kepada kalian yang merindukan tegaknya syari’ah ....
Kepada kalian, ana tulis sebuah surat cinta ....
Karena bersama kalian ku temukan cinta di jalan dakwah ....
Kasih dalam jihad fi sabilillah ....
Uhibbukum FILLAH …. LILLAH ….
Teruntuk para aktivis dakwah,
Dakwah berdiri di atas aqidah yang kokoh, ibadah dan ilmu yang shohih, niat yang lurus, dan iltizam yang kuat
Dakwah adalah proyek besar membangun peradaban umat
Dakwah adalah jalan yang sukar dan terjal
Dakwah adalah jalan yang sangat panjang
Dakwah penuh dengan gangguan, cobaan, dan ujian
Dakwah bukan jalan yang ditaburi bunga dan wewangi kesturi
Dakwah butuh komitmen yang kuat dari pengembannya
Dakwah memerlukan kemurahan hati, pemberian dan pengorbanan tanpa mengharapkan hasil, tanpa putus asa, dan putus harapan
Dakwah butuh pengorbanan dan kesungguhan
Dakwah butuh kesabaran dan keistiqomahan
Teruntuk para pejuang,
Sudah teguhkah azzam yang kau pancang ???
Benarkah perjuanganmu karena ALLAH ???
Mundurlah, dan luruskan kembali niatmu, jika:
Nafsu masih merajaimu
Kilauan permata masih menyilaukanmu
Kesenangan dunia masih melenakanmu
Syaithan masih bersarang di dadamu dan menjadi teman setiamu
Kenikmatan semu masih membuaimu dan menutup mata batinmu
Percayalah, semua itu adalah keindahan sesaat yang akan menggoyahkan tekadmu. Allah Azza Wa Jalla sengaja ciptakan itu sebagai ujian bagimu!
Berbahagialah jika kau menjadikan Allah ‘Azza wa Jalla sebagai tujuan akhirmu, puncak kerinduanmu. Dan jadilah antum sebagai orang-orang yang beruntung!
Untuk jiwa-jiwa yang merindukan kemenangan
Untuk setiap diri yang mengaku sholih
Untuk mereka yang mengajak kepada jalan yang lurus
Untuk mereka yang saling menasehati dalam kebenaran dan kebaikan
Ketika jalan yang kalian tempuh begitu sukar, ketika amanah yang kalian emban begitu berat, ketika tanggung jawab yang kalian pikul begitu banyak, terkadang kalian lupa dengan azzam yang kalian tanam sebelumnya, kalian lalai dan terlena. Kalian lupa membersihkannya, membidiknya, mengontrolnya, memuhasabahinya, dan lupa untuk meluruskannya kembali. Apakah dunia yang fana lebih kau cintai daripada kampung akhirat yang kekal abadi?
Duhai para pecinta ALLAH
Duhai yang meneladani Muhammad Rasulullah
Duhai yang menjadikan Al-Quran sebagai pedomannya
Duhai yang berjihad di jalanNya dengan sebenar-benarnya jihad
Duhai yang memburu syahid sebagai cita-cita tertingginya
Dakwah telah memanggilmu!
Umat menunggu pencerahan darimu!
Letih sudah mata ini menyaksikan kemaksiatan merajalela.
Lelah sudah kaki melangkah, karena setiap jengkal yang dipijak, bumi merasa terdzolimi oleh manusia-manusia tak beradab.
Lunglai tubuh ini ketika mendapati hukum-hukum Allah diganti dengan hukum-hukum makhluk yang hanya menebar kerusakan.
Perih hati ini ketika menemukan thoghut-thoghut bersarang di dalamnya.
Menangis batin ini menyaksikan saudara-saudara seiman, seislam, dan seaqidah saling caci, saling menyalahkan, saling bermusuhan. Lalu ke mana perginya ukhuwah?
Kepada kalian yang menjalin ikatan kasih dalam indahnya ukhuwah ....
Kepada kalian yang merindukan tegaknya syari’ah ....
Kepada kalian, ana tulis sebuah surat cinta ....
Karena bersama kalian ku temukan cinta di jalan dakwah ....
Kasih dalam jihad fi sabilillah ....
Uhibbukum FILLAH …. LILLAH ….
Teruntuk para aktivis dakwah,
Dakwah berdiri di atas aqidah yang kokoh, ibadah dan ilmu yang shohih, niat yang lurus, dan iltizam yang kuat
Dakwah adalah proyek besar membangun peradaban umat
Dakwah adalah jalan yang sukar dan terjal
Dakwah adalah jalan yang sangat panjang
Dakwah penuh dengan gangguan, cobaan, dan ujian
Dakwah bukan jalan yang ditaburi bunga dan wewangi kesturi
Dakwah butuh komitmen yang kuat dari pengembannya
Dakwah memerlukan kemurahan hati, pemberian dan pengorbanan tanpa mengharapkan hasil, tanpa putus asa, dan putus harapan
Dakwah butuh pengorbanan dan kesungguhan
Dakwah butuh kesabaran dan keistiqomahan
Teruntuk para pejuang,
Sudah teguhkah azzam yang kau pancang ???
Benarkah perjuanganmu karena ALLAH ???
Mundurlah, dan luruskan kembali niatmu, jika:
Nafsu masih merajaimu
Kilauan permata masih menyilaukanmu
Kesenangan dunia masih melenakanmu
Syaithan masih bersarang di dadamu dan menjadi teman setiamu
Kenikmatan semu masih membuaimu dan menutup mata batinmu
Percayalah, semua itu adalah keindahan sesaat yang akan menggoyahkan tekadmu. Allah Azza Wa Jalla sengaja ciptakan itu sebagai ujian bagimu!
Berbahagialah jika kau menjadikan Allah ‘Azza wa Jalla sebagai tujuan akhirmu, puncak kerinduanmu. Dan jadilah antum sebagai orang-orang yang beruntung!
Untuk jiwa-jiwa yang merindukan kemenangan
Untuk setiap diri yang mengaku sholih
Untuk mereka yang mengajak kepada jalan yang lurus
Untuk mereka yang saling menasehati dalam kebenaran dan kebaikan
Ketika jalan yang kalian tempuh begitu sukar, ketika amanah yang kalian emban begitu berat, ketika tanggung jawab yang kalian pikul begitu banyak, terkadang kalian lupa dengan azzam yang kalian tanam sebelumnya, kalian lalai dan terlena. Kalian lupa membersihkannya, membidiknya, mengontrolnya, memuhasabahinya, dan lupa untuk meluruskannya kembali. Apakah dunia yang fana lebih kau cintai daripada kampung akhirat yang kekal abadi?
Duhai para pecinta ALLAH
Duhai yang meneladani Muhammad Rasulullah
Duhai yang menjadikan Al-Quran sebagai pedomannya
Duhai yang berjihad di jalanNya dengan sebenar-benarnya jihad
Duhai yang memburu syahid sebagai cita-cita tertingginya
Dakwah telah memanggilmu!
Umat menunggu pencerahan darimu!
Letih sudah mata ini menyaksikan kemaksiatan merajalela.
Lelah sudah kaki melangkah, karena setiap jengkal yang dipijak, bumi merasa terdzolimi oleh manusia-manusia tak beradab.
Lunglai tubuh ini ketika mendapati hukum-hukum Allah diganti dengan hukum-hukum makhluk yang hanya menebar kerusakan.
Perih hati ini ketika menemukan thoghut-thoghut bersarang di dalamnya.
Menangis batin ini menyaksikan saudara-saudara seiman, seislam, dan seaqidah saling caci, saling menyalahkan, saling bermusuhan. Lalu ke mana perginya ukhuwah?
Pejuang sejati adalah mereka yang membelanjakan hartanya di jalan dakwah, menjual dunianya untuk akhiratnya, mengorbankan nyawanya demi jihad fisabilillah, menggunakan seluruh waktu dan sisa umurnya untuk memeperjuangkan dan mengamalkan Islam.
Dakwah TIDAK BUTUH aktivis-aktivis MANJA!
Dakwah TIDAK BISA DIPIKUL oleh orang-orang CENGENG, MENTAL-MENTAL CIUT, NYALI YANG SETENGAH-SETENGAH, dan GERAK YANG LAMBAN!
Barisan dakwah harus disterilkan dari prajurit-prajurit yang memiliki sifat-sifat seperti di atas (manja, cengeng, mental ciut, nyali setengah-setengah, ragr-ragu, dan lamban bergerak). Karena, keberadaan mereka hanya akan menularkan dan menyebarkan aroma kelemahan, kerapuhan, kepasrahan, dan kekalahan di tengah-tengah barisan.
Dakwah butuh pejuang-pejuang tangguh untuk mengusungnya.
Dakwah butuh orang-orang cerdas untuk memulainya, orang-orang ikhlas untuk memperjuangkannya, orang-orang pemberani untuk memenangkannya!
Antumlah orang-orang terpilih yang mengukir sejarah itu!
Dakwah TIDAK BUTUH aktivis-aktivis MANJA!
Dakwah TIDAK BISA DIPIKUL oleh orang-orang CENGENG, MENTAL-MENTAL CIUT, NYALI YANG SETENGAH-SETENGAH, dan GERAK YANG LAMBAN!
Barisan dakwah harus disterilkan dari prajurit-prajurit yang memiliki sifat-sifat seperti di atas (manja, cengeng, mental ciut, nyali setengah-setengah, ragr-ragu, dan lamban bergerak). Karena, keberadaan mereka hanya akan menularkan dan menyebarkan aroma kelemahan, kerapuhan, kepasrahan, dan kekalahan di tengah-tengah barisan.
Dakwah butuh pejuang-pejuang tangguh untuk mengusungnya.
Dakwah butuh orang-orang cerdas untuk memulainya, orang-orang ikhlas untuk memperjuangkannya, orang-orang pemberani untuk memenangkannya!
Antumlah orang-orang terpilih yang mengukir sejarah itu!
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



